Skip to content
Home » Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan

Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan

Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan / Sumber Poto pexels-vanessa-loring-5082619

Dampak Toxic Parenting Setiap anak pasti mendambakan sebuah keluarga yang bahagia, aman serta nyaman. Dimana orangtua tak hanya memberi kebutuhan materi, tapi juga asupan emosional yang bisa berupa kasih sayang, komunikasi yang baik atau memberikan dukungan moral apabila anak membutuhkan.

Orangtua diharapkan mampu memahami dan memenuhi kebutuhan anak termasuk pilihan yang mereka ambil ketika dewasa. Jika tidak, maka orangtua berpotensi toksik atau menjadi ‘racun’ bagi anak mereka dan menciptakan keluarga yang toksik pula.

Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan

Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan / Sumber Poto pexels-vanessa-loring-5082619

Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan / Sumber Poto pexels-vanessa-loring-5082619

Indikatornya simpel kok, orangtua jenis ini membuat anak merasa cemas, sedih, atau marah setiap kali memikirkan atau sedang berinteraksi dengan orangtua. Mengapa? Ya karena anak sudah menganggap tidak ada lagi hal positif yang bisa diambil dari interaksi itu.

Orangtua toksik bisa dilihat dari seberapa besar trauma yang diberikan mereka kepada si anak. Semakin besar trauma, semakin beracun potensi hubungan yang dihasilkan. Toxic parenting sering dianggap biasa saja di permukaan, namun ternyata perlu serius untuk diperbincangkan.

Mengapa seringkali ‘toxic parenting’ dianggap biasa saja di permukaan, sebab ada yang namanya pengaburan konsep kasih sayang, Banyak yang menganggap, segala bentuk perlakuan orangtua terhadap anak adalah salah satu bentuk pemberian atau pengungkapan bentuk kasih sayang mereka terhadap anak tak masalah apabila caranya berbeda-beda pada setiap orangtua.

Padahal, semestinya tidak begitu. Perlu kiranya orangtua berpikir akan dampak yang anak terima dari setiap perlakuan ‘kasih sayang’ mereka terhadap anak.

Seperti halnya dalam hal toxic parenting ini, banyak yang kemudian tak sadar bahwa sebuah pengasuhan yang ‘beracun’ juga mampu menghasilkan hubungan yang beracun atau ‘toxic relationship’ antara orangtua dengan anak.

READ THIS :  Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Dan Mandiri

Biasanya, salah satu ciri yang ada pada anak yang menjadi korban dalam toxic parenting ini adalah anak memilih untuk berada jauh dari rumah atau orangtua.

Ada dampak negatif lain terutama jika toksiknya ini berlangsung hingga anak menjadi dewasa. Misalnya perilaku deskruktif seperti penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang sebagai pelarian dari trauma masa kecilnya.

Kemudian krisis kepercayaan menjalani hubungan, produktivitas kerja rendah, A terus menerus merasa cemas, hobi menyalahkan diri sendiri dan yang paling pasti dan cukup mengerikan adalah anak berpotensi menjadi orangtua yang toksik pula.

Atau secara sederhananya, perilaku toksik yang dimiliki orangtua dalam sebuah pengasuhan dapat menjadi sebuah racun yang diwariskan terhadap anak mereka.

Disini seorang anak bisa menjadi pihak yang mengawali perubahan, maklum beberapa orangtua bahkan tidak menyadari bahwa diri mereka ini toksik. Pelan-pelan aja, dan kalau lelah kamu boleh untuk mengambil waktu untuk sendiri dulu, jauhi sumber masalah meski hanya sebentar.

Tetap jaga kewarasan karena tantangan terbesarnya adalah bagaimana memutus rantai perilaku toksik agar generasi setelahmu, tidak terpapar ‘racun’ yang sama.

Demikianlah Dampak Toxic Parenting Racun Yang Di Wariskan semoga artikel ini dapat memberikan informasi ya moms

Leave a Reply

Your email address will not be published.