Skip to content
Home » Dampak Membandingkan Anak ,Jangan Anggap Remeh Ini Efeknya

Dampak Membandingkan Anak ,Jangan Anggap Remeh Ini Efeknya

Dampak Membandingkan Anak ? Sumber Poto pexels-keira-burton-6624327

Dampak Membandingkan Anak Para orang tua perlu mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan setiap anak itu berbeda-beda. Anak yang terlahir dalam satu rahim yang sama, bisa memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda.

Jika Anda tidak menyadari hal itu, akan timbul perasaan untuk membandingkan anak dengan kakaknya ataupun temannya.

Dampak Membandingkan Anak Jangan Anggap Remeh Membandingkan Anak

Memotivasi anak untuk menjadi rajin belajar memang baik. Namun, dengan orang tua membandingkan kecerdasan anak mereka dengan anak-anak lain itu malah akan timbul efek yang negatif pada anak.

Dampak Membandingkan Anak ? Sumber Poto pexels-keira-burton-6624327

Dampak Membandingkan Anak ? Sumber Poto pexels-keira-burton-6624327

1. Anak Menjadi Merasa Tidak Diterima

Dampak membandingkan anak Jika orang tua lebih menghargai anak lain dan terus membicarakan kelebihannya, hal tersebut akan membuat si kecil merasa tidak diterima dan dihargai. Saat membandingkan anak dengan orang lain, orang tua mungkin tidak menyadari bahwa anak mereka merasa kurang diterima sebagai diri apa adanya. Padahal seharusnya, orang tua menjadi sumber penerimaan bagi anak.

2. Anak Memiliki Percaya Diri yang Buruk

Ketika anak merasa tidak dihargai dan terus-menerus dibandingkan dengan orang lain, bakat mereka tidak akan berkembang dengan optimal. Kemudian anak akan mengembangkan rasa tidak percaya diri karena merasa selalu tidak cukup di mata orang tua mereka. Anak juga mungkin akan lebih tertutup pada orang tua, dan memiliki perasaan takut untuk mengecewakan Anda.

3. Memiliki konsep Diri yang Negatif

Orang yang suka membanding bandingkan  Ketika anak-anak dibandingkan dengan saudara, teman, atau sepupunya, mereka merasa tidak aman dan berusaha menjaga jarak dari orang tua.

Anak juga secara tidak langsung diarahkan oleh orang tua untuk mengembangkan penilaian diri yang cenderung negatif. Misalnya, selalu memandang kemampuan atau pencapaian yang dimiliki belum cukup baik.

READ THIS :  Mengenal 5 Cara Mendidik Anak dengan Baik

Hal ini juga dapat menyebabkan masalah perilaku atau perkembangan negatif di kemudian hari saat mereka dewasa. Misalnya, anak yang sering dibandingkan dengan kakaknya bisa menimbulkan perasaan iri atau tidak suka yang dapat mengarah pada perilaku agresif, termasuk melawan, memberontak, atau berkelahi dengan saudara sendiri.

4. Dapat Mengalami Stres

Efek membandingkan anak Cara anak memandang diri sendiri sering didasarkan pada bagaimana orang tua memandang mereka, atau bagaimana anak “berpikir” orang tua memandang mereka.

Ketika anak melihat Anda tidak sepenuhnya menghargai upaya dan hasil kerjanya, itu akan berdampak pada psikologis mereka. Mereka akan menjadi lebih mudah mengalami depresi atau stres.

Selalu merasa dibandingkan akan membuat anak merasa tidak cukup, sehingga berpotensi mengarahkan pada berkembangnya kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lainnya karena merasa tertekan atas perbandingan tersebut.

5. Sulit Menjalin Relasi dengan Orang Lain

Anak yang selalu dibandingkan akan mengembangkan jiwa kompetitif yang tidak sehat. Hal ini akan membuat anak sulit untuk dapat menjalin pertemanan yang positif dengan teman sebayanya.

Selain itu, rasa percaya diri yang rendah akibat sering dibandingkan akan menghambat anak dalam menjalin relasi dengan lingkungan sosialnya. Sekarang, sudah tahu kan apa saja bahaya membandingkan anak dengan orang lain? Jadi, hentikan mulai sekarang, ya.

Jadi itulah 5 Dampak Membandingkan Anak yang harus orang tua hindari ya, Jangan sampai menyesal di kemdudian hari

Leave a Reply

Your email address will not be published.